April 21st, 2013
April 5th, 2013

(Source: icanread)

January 10th, 2013
allcreatures:


Underwater model Hannah Fraser swims with a whale shark in Oslob, Philippines, for a one-of-a-kind photo-session. The stunt was the brainchild of US photographers Shawn Heinrichs and Kristian Schmidt.

Picture: Kristian Schmidt / Barcroft Media (via Pictures of the day: 8 January 2013 - Telegraph)

allcreatures:

Underwater model Hannah Fraser swims with a whale shark in Oslob, Philippines, for a one-of-a-kind photo-session. The stunt was the brainchild of US photographers Shawn Heinrichs and Kristian Schmidt.

Picture: Kristian Schmidt / Barcroft Media (via Pictures of the day: 8 January 2013 - Telegraph)

December 21st, 2012

SI MISKIN YANG AGUNG

Karya:
D. Zawawi Imran

Dengan menyebut nama Allah
saya mulai sebuah kisah
tentang seorang manusia
bernama Pak Sanen
Ia bukan orang terkenal
dan tak pernah disebut-sebut di surat kabar
Orangnya sehat
meskipun kerempeng
Matahari yang pijar di langit
adalah iman dalam hatinya

Alamatnya mudah dicari
sebuah gubuk bambu beratap ilalang
di tepi sawah yang hijau
di ujung timur sebuah pulau
di untaian zamrud katulistiwa

Dalam katepenya
pekerjaan ditulis: tani
tapi ia tak punya sawah sendiri
Agamanya Islam, bukan sekedar Islam sunnat
Artinya, dalam sibuk yang bagaimana
shalat tak pernah dilalaikannya
Kalau Pak Sanen sedang bekerja
mencari upah di tengah sawah
lalu didengar azan mengalun:
“Hayya alash shalah
Hayya alal falah
Ayo kita tegakkan shalat
Mari kita peluk kebahagiaan”

Pak Sanen terkesima
bagai mendengar nyanyian sorga
Ia lalu rindu bertemu Allah
untuk menadah
taburan rahmat dan cinta

Segera ia berwudhu meskipun dengan air sawah
Sedikitpun ia tidak merasa malu
menghadap Allah dengan apa adanya
dengan baju kumal bertambal-tambal
dan sarung tua yang tak jelas lagi warnanya
ia tegak di tanggul sawah
karena seluruh permukaan bumi adalah sajadah
Ia bertakbir
dan mengucapkan munajat:
“Sesungguhnya shalatku, amal ibadahku
hidup dan matiku
bagi Allah semata
Tuhan semesta alam”

Pak Sanen dalam shalat
kakinya teap tertancap di bumi
namun hatinya bagai rajawali yang perkasa
menembus langit biru
menggetarkan matahari dan bintang gemintang

Sungguh pemandangan rohani yang mempesona
Seorang hamba Allah yang miskin
masih bersyukur
dalam kemiskinannya

Bila Pak Sanen memandang dunia
dan semua kemegahannya
dirinya seperti tak punya apa-apa
Tapi bila ia tafakkur
dan menyalakan zikir dalam hatinya
Dunia ini menjadi kecil
semakin kecil
hingga menjadi sebutir debu

Hanya Allah yang Mahabesar
Allahu Akbar

Tiba-tiba
ia merasa kaya
karena ia punya Allah
Itulah Pak Sanen
saudara kita seiman
Ia miskin
dan kemiskinannya telah berlangsung tujuh turunan
Tapi ia tak suka meminta-minta
sampai dirinya tak punya harga

Baginya
salah satu seni kehidupan yang paling indah
ialah berkelahi melawan iblis dan setan
yang akan menenggelamkannya
ke lumpur bencana tak terduga
Dulunya
kalah dan menang bertukar silih
Tapi pengalaman demi pengalaman
yang dikuatkan azam pantang menyerah
telah membuat
ia jadi pemain silat yang handal
Semakin tua umur Pak Sanen
semakin tegar ia
dan semakin lincah jurus terjangnya
hingga iblis dan setan
terjungkal kalah
Suatu malam
ketika anaknya yang paling kecil
menangis lapar
Setan menganjurkan agar Pak Sanen
mencuri ketela di kebun tetangga
Andaikan ia mau
O, terbuka sekali kesempatan
Namun ia merasa
Allah akan melihat perbuatannya
Ia malu dilihat Allah
untuk main sikut dan main sikat kanan kiri
Ia merasa malu kepada Allah
yang akan menyaksikan
anaknya disuapi dengan makanan haram

Itulah Pak Sanen
hamba Allah yang miskin
yang gak mau darah saudaranya jadi minuman
yang tidak suka
daging bangsanya jadi santapan

Read More

November 21st, 2012
Whereas independence is a genuine right of all nations and any form of alien occupation should thus be erased from the earth as not in conformity with humanity and justice
PREAMBLE OF THE 1945 CONSTITUTION OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
November 16th, 2012

bittersweetdreams18:

Gaza boy killed by Israel dreamed of becoming soccer player
 
GAZA CITY (Ma’an) — Hamid Younis Abu Daqqa, 13, always wore his Real Madrid shirt when he played soccer with his friends. He died wearing the same shirt, killed by Israeli forces before the second half of a game with friends could be finished.


His father said Hamid would imitate Real Madrid star Ronaldo while playing in front of his Gaza home.

“My house is located in an area away from clashes, nearly one and a half kilometers away from the nearest point of the borders with Israel, therefore I didn’t have a problem with my son playing in front of the house,” Hamid’s father told Ma’an.

“I received a phone call. His friend was on the phone telling me that my son was shot in the chest. I rushed to the hospital and found him dying.”

Hamid would never miss a Real Madrid game.
 -
Men mourn next to the body of Hamid Younis Abu Daqqa, who was

killed by gunfire from Israeli forces, during his funeral in Khan Younis
in the Gaza Strip November 9, 2012. (Reuters/Mohammed Salem)

RIP and Al-Fatihah for you Hamid..

November 12th, 2012
spread salam„ spread peace..

spread salam„ spread peace..

October 3rd, 2012
exploresolocommunity:

Baluran National Park, season to season

exploresolocommunity:

Baluran National Park, season to season

(via beingindonesian)

September 27th, 2012

(Source: moving-ideas, via auzubillah)